Tampilkan postingan dengan label KEAJAIBAN MOTIVASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEAJAIBAN MOTIVASI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Februari 2017

NASIONALIS MEMANG HEBAT ?

Para nasionalis Turki menganggap kehebatan Daulah Utsmani di masa lalu, itu bukan karena Islam, tetapi karena bangsa Turki memang hebat, bahkan sejak zaman Yunani kuno sudah terkenal berbakat.

Para nasionalis Persia menganggap Islamic Golden Age di masa lalu, itu bukan karena Islam, tetapi karena bangsa Persia memang jaya, buktinya mayoritas filosof dan saintis besar Islam, itu orang Persia.

PELAJARAN:
Ya terang saja, "orang Turki itu hebat", karena saat itu semua warga terbaik diundang dan dikumpulkan di ibu kota khilafah (Istanbul), yang kebetulan sekarang menjadi bagian negara Turki.
Ya terang saja, "filosof dan saintis besar Islam itu orang Persia", karena saat itu semua ilmuwan terbaik dunia Islam diundang dan dikumpulkan di ibu kota khilafah (Baghdad), disuruh bekerja di Baitul Hikmah. Baghdad itu hanya sekitar 60 Km dari Ctesiphon, ibu kota Kekaisaran Persia kuno.

ANDAIKATA:
Andaikata NKRI ini bubar, dan DKI Jakarta menjadi negara sendiri, maka para nasionalis Jakarta akan menganggap bahwa "zaman keemasan Indonesia dulu" itu bukan karena Pancasila, tetapi karena bangsa Jakarta memang hebat, buktiknya mayoritas akademisi dan pengusaha top zaman NKRI, itu ada di Jakarta, dan berKTP Jakarta ... :-)

Sebaliknya negara-negara separatis selain Jakarta akan menganggap "zaman kegelapan Indonesia dulu" itu bukan karena Pancasila, tetapi karena bangsa Jakarta memang brengsek, buktinya mayoritas koruptor top zaman NKRI itu orang Jakarta, dan berKTP Jakarta.
By: Profesor Fahmi Amhar..

Minggu, 22 Januari 2017

PAHALA HANGUS KARENA SMS

Amal Jariyah itu ada 2. Ada amal yang baik dan amal yang buruk. Kedua amal itu tidak akan pernah berhenti mengalir walau orang yang beramal itu telah mati.

Bagi mereka yang menjadikan ilmunya dan hartanya bermanfaat di jalan Allah, maka ia akan menjadi penyebab hilangnya dosa bagi pengamalnya.

Mungkin seseorang itu pernah melakukan aktivitas dosa selama di dunia, tetapi karena ada ilmu dan harta yang ia punya dan bermanfaat bagi umat manusia, maka dosa-dosa yang ia buat kemungkinan bisa saja terhapus karena amalan yang bermanfaat tiada hentinya.

Seperti mengajar di sekolah, mengajar di tempat pengajian, mengisi kajian Islam, training, seminar, atau duduk-duduk sambil minum kopi tapi terlisani agar orang lain bersegera menjalankan perintah Allah. Ini dalam hal kebermanfaatan ilmu.

Ada juga dalam hal kebermanfaatan harta. Menyumbang harta yang halal di Masjid, membangun sekolah, pesantren, berinfak agar bisa terlaksana daurah Islam, training, kajian Islam, pengajian al-Qur'an, dan lain-lain. In sya Allah semua itu dapat menjadi penambah pahala dan terampuninya dosa.

Tapi ada juga yang disebut dengan amal jariyah yang dosanya tidak akan putus hingga hari kiamat. Dan bisa jadi seseorang yang memiliki pahala yang banyak, namun justru terhapus akibat adanya perbuatan yang dosanya tidak pernah berhenti mengalir.

Seperti membuat rumah judi, membuat miras, membuat rumah zina, membuat hukum yang menyebabkan zina, memfitnah, mengajarkan orang lain untuk pacaran dan memberi contoh kepada orang lain agar tidak menutup aurat serta berbuat buruk lainnya. Dan yang terbaru adalah memberi SMS dukungan kepada seorang penyanyi yang mengajak orang lain untuk berjoget dan menyanyikan lagu-lagu yang menjauhkan diri dari Allah.

Demikianlah uraian singkat perihal amal jariyah yang bisa menyebabkan bergilamangnya dosa atau bermandikan pahala yang tiada hentinya.

Sabtu, 21 Januari 2017

MEMAHAMI MAKNA DURHAKA YANG SEBENARNYA.

Seorang anak yang memahami ISLAM, ia tidak akan parnah durhaka kepada kedua orang tuanya. Tapi ketika sang orang tua memaksanya agar ia berbuat yang justru mendatangkan kemurkaan dari Allah, maka sang anak tidak akan pernah menaati apa yang diingin oleh keduanya.

Karena durhaka itu adalah jika apa yang orang tua perintah sama dengan yang dimaui Allah, tapi jika berbeda, maka sang anak hanya berkewajiban menaati yang diperintahkan oleh Allah.

Kata durhaka atau ingkar terhadap orang tua adalah bagian dari ajaran Allah yang dilarang, dan para orang tua seharusnya tahu soal itu. Karena itu adalah bagian dari perintah Allah, maka para orang tua tidak bisa membenturkan kewajiban taat pada perintah Allah dan keinginan mereka.

Mungkin benar jika sang anak selama ini hidupnya ditanggung oleh orang tuanya. Tapi orang tua juga seharusnya tahu, bahwa rezeki yang telah mereka berikan kepada sang anak adalah semua datangnya dari Allah.

Iya, itu adalah jerih payah orang tua, tapi mereka harus menyadari bahwa tak akan pernah mereka mampu menggerakkan kaki mereka selangkah pun tanpa nikmat kesehatan, nikmat nafas, dan nikmat hidup yang Allah berikan kepada mereka,

Tapi jika hal itu tidak disadari oleh para orang tua, maka sama saja mereka telah durhaka kepada Allah. Dan tidak ada kedurhakaan yang paling besar kecuali bersikap durhaka kepada segala apa yang telah diberikan oleh Allah.

Para anak dimana pun mereka berada, kewajiban mereka adalah tetap berlaku baik dan taat pada kedua orang tuanya. Dan hal itu harus terus menerus mereka lakukan selama tidak bertentangan dengan perintah Allah.

Para orang tua seharusnya tidak gegabah dalam memvonis anak-anak mereka dengan doa-doa yang jelek yang muncul dari lisan mereka. Karena itu hanya akan menjadikan hati mereka keras dan semakin jauh dari kebenaran yang diketahui oleh anak-anak mereka.

Seharusnya para orang tua menyadari, bahwa semakin banyak belajar anak-anak mereka, maka para anak itu akan semakin jauh berbeda pemahamannya dari para orang tuanya. Dan mereka akan mengikuti apa yang telah mereka pahami tersebut. Sedangkan para orang tua tidak boleh memaksa agar anak-anak yang telah memiliki pengetahuan yang berbeda itu harus sama dengan mereka.

Apalah artinya para orang tua menyuruh anak-anak mereka mempelajari ilmu sebanyak-banyaknya, jika ternyata para anak itu pada akhirnya dipaksa agar sama dengan pemahaman yang dimiliki oleh orang tua mereka. TIDAK MASUK AKAL.

Dunia saat ini dipenuhi oleh fitnah, dan media-media yang masuk di dalam rumah setiap masyarakat saat ini adalah para pembawa informasi yang membodohi masyarakat. Maka jika ada orang tua yang memaksa anaknya untuk mengikuti dirinya hanya karena menonton apa yang diberitakan oleh media, berarti itu sama saja mengajak anak-anak tersebut agar mengikuti keinginan media-media SAMPAH tersebut.

Selain itu, hal yang perlu diketahui oleh para orang tua yang hingga kini masih menanggung biaya pendidikan para anak mereka ialah, bahwa setiap uang yang mereka keluarkan untuk biaya tersebut adalah bagian dari kewajiban mereka selama anak-anak itu belum dewasa. Atau jika dikira-kira, maka kewajiban itu selama anak-anak mereka tersebut bersekolah TK hingga SMA. Ketika mereka kuliah, maka itu bukan lagi kewajiban bagi mereka, tapi menjadi sedekah bagi mereka jika masih mendanai biaya pendidikan anak-anak mereka.

Tapi jika ada orang tua yang berkata bahwa ia menyesal atas apa yang telah ia berikan kepada anak-anaknya selama kuliah, maka sedekah yang tadinya berbuah pahala justru menjadi sia-sia dan akan hilang tanpa sisa. Ibarat debu yang berada di atas batu licin yang secepat kilat ia menghilang sebab tersirami oleh hujan. BERSIH DAN TIDAK MENINGGALKAN BEKAS.

Maka perhatikanlah hal-hal tersebut di atas wahai para orang tua, apalagi jika selama ini anda semua menginginkan ingin bertemu dengan Rasulullah di akhirat sana, dan berharap agar setiap amal kebaikan anda menjadi penyebab datangnya ridho dari Allah. Tapi ketika anda justru menghalangi anak-anak anda untuk melakukan apa yang mereka yakini sebagai kebenaran dan itu sama sekali tidak bertentangan dengan perintah Allah dan tidak bertentangan dengan-Nya, maka kami justru kuatir itu menjadi penyebab anda semua tidak memperoleh apa yang anda inginkan dari ALLAH SWT.

Wallahu a'lam bi ash-showab...
Saudaramu, Salam el-Fath.

Jumat, 20 Januari 2017

MENJADI SEPERTI EMBUN

Hidup itu mesti seperti embun pagi, yang selalu menyegarkan tanaman walau hujan tak menyirami. Memang tak terlalu banyak ia basahi, tapi cukup memberi kontribusi agar tanaman tetap lestari. Air embun yang indah saat kita pandangi di atas dedaunan hijau di pagi hari, telah menyejukkan hati orang-orang yang melirikkan pandangannya kepada embun pagi. Masya Allah...alangkah indahnya embun itu, telah memberi manfaat bunga-bunga yang bermekaran di pagi hari. 

Bagi kita bangsa manusia, kita harus berupaya agar bisa membawa manfaat kepada siapa dan apa saja walau tidak banyak hal yang dapat kita beri, yang terpenting adalah ia dapat menjadikan umat agar tetap lestari dengan kehidupan yang Islami. Karena kontribusi yang bisa membawa umat manusia pada kehidupan yang Islam adalah suatu kehidupan yang pasti indah kita pandangi. Karena dengan menjadikan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai landasan dalam berfilosofi dan untuk memotivasi umat manusia, maka kebahagiaan hakikilah yang akan diperoleh bagi siapa saja yang mau mengikutinya. Subhanallah....indah sekali hidup ini jika kita bisa bermanfaat kepada sesama.

Rabu, 18 Januari 2017

MENYIKAPI PUJIAN

Segala puji hanyalah milik Allah yang telah memberi karunia atasmu. Karunia itu sekaligus ingin mengujimu, apakah engkau semakin bersyukur atau justru menjadi kufur.

Hal yang paling dicari umat manusia namun paling menjerumuskan ialah PUJIAN. Yang ku takutkan ialah jika di Akhirat kelak Allah melemparkan amalku ke wajahku. 

Engkau boleh bergembira atas semua apresiasi yang datang padamu, tapi berhati-hatilah jangan sampai ia menjadi kendaraan tercepat untuk me-Neraka-kanmu.

Bagaimana mungkin engkau bisa tenang terhadap apresiasi itu, sementara tidak engkau tahu bahwa amalmu mendatangkan ridho dari Robb-mu.

Engkau bukan Umar bin Khattab yang marah jika dipuji. Maka bagaimana mungkin engkau dapat bersamanya di Akhirat nanti.

Jika dengan pujian manusia engkau telah bahagia, maka bagaimana mungkin engkau akan dipuji oleh Allah.
Tiada tempat di hati yang mendua, karena di dalam hati terdapat ruang suci yang perlu diisi. Dan ia hanya akan meminta 1 cinta untuk menjadikannya agar tetap suci. Dialah Allah.
Lalu bagaimana mungkin Allah akan menempati ruang suci itu dan mensucikannya jika telah disesaki oleh pekatnya rasa suka akan pujian manusia.

Menuliskan segala apa yang dikuatirkan adalah bagian dari penyucian hati.

Alhamdulillah.....semoga aku, kamu, dia, mereka, dan kita semua tetap menjaga hati hanya untuk Allah semata. Jika ada yang mencoba menyusup ke sela-sela hati akibat lalai, semoga kita dapat tersadari lalu menepisnya hingga hati kita tetap bersih.

Kita memang belum tentu bersih apalagi suci, tapi kita akan tetap berusaha untuk menjadikan ia bersih. Lagian kita memang bukanlah malaikat yang dijamin bersih, oleh sebab itu kita akan terus jatuh bangun untuk memproteksi setiap virus-virus dunia yang terus berusaha memperdayai.

Kita kadang akan terjatuh dan terkalahkan. Tapi tetap bangun dari jatuh adalah upaya yang harus terus menerus dilakukan agar memperoleh kemenangan. Masalah utamanya adalah karena lawan kita berlaku tidak adil, sebab ia dapat memasuki aliran darah dalam setiap denyutan nadi, tapi kita tak dapat memasukinya untuk membuat ia takluk. Jangankan memasukinya, mengindrai keberadaannya saja kita tak dapat melakukannya.

Inilah perang kita yang ekstra luar biasa. Musuh melihat kita, tapi kita tak dapat melihatnya. Namun yakinlah, jika kita menang atas perang melawannya, maka kemenangan itu tidak akan pernah mampu dihargai oleh keseluruhan isi dunia. Kemenangan yang kita raih itu hanya bisa dihargai dengan Surga.
Maka jaga kesucian hati kita, jangan sampai ia disesaki oleh noda yang menggadaikan Surga.

Penghargaan itu tak berharga di hadapan Allah jika menjadi sebab kekufuran anda.

Selasa, 17 Januari 2017

MENOLAK DIAM

Dunia saat ini dirundung oleh kabut hitam kemaksiatan yang begitu pekat. Maka ketika anda berdiam diri atas kemaksiatan itu, berarti anda termasuk pelaku kemaksitan itu.
Dunia tidak membutuhkan jenis manusia yang hanya bisa diam atas berbagai kerusakan yang terjadi.
***

Mengapa di dalam sebuah pedesaan bisa terjadi yang namanya zina, mabuk-mabukan, bahkan kasus pemerkosaan...?
Karena orang baik di kampung tersebut DIAM atas perilaku bejat tersebut.
Sebuah desa tidak membutuhkan jenis manusia seperti itu.
***
Diamlah atas nama selemah-lemahnya Iman, dan biarkanlah kemaksiatan itu berjalan.
***
Karena aku bicara, maka mereka tak berani membuka aurat di depan saya, bukan DIAM.
Karena aku bicara, maka mereka merasa malu bercerita tentang pacar di depan saya.
Karena aku bicara, maka mereka malu memuji pemimpin KAFIR di depan saya.
Karena aku bicara, maka mereka tak berani memuja Demokrasi di depan saya.
Karena aku bicara, maka mereka tak mau mengakui bahwa itu pacarnya.
Karena aku bicara, mereka buru-buru membuang rokok yang dihisapnya saat aku tiba.
KARENA AKU BICARA, MAKA MEREKA TAK BERANI BERMAKSIAT DI HADAPAN SAYA.
***
DIAMLAH ATAS KEMAKSIATAN MEREKA, ENGKAU AKAN MELIHAT ORANG BERZINA DI HADAPAN ANDA.
***
DIAM ADALAH CARA MUDAH UNTUK MENGEMBANG BIAKKAN KEMAKSIATAN.
***
Bagiku ulama itu, ia yang menyampaikan kebenaran, bukan yang menguasai banyak kitab tapi DIAM. Karena orang yang menguasai banyak kitab tapi DIAM ibarat keledai yang membawa ratusan kitab.

RASULKU BUKAN PENDIAM

DIAM atas kemaksiatan itu adalah perbuatan yang berbahaya, karena akan merusak tatanan sosial umat manusia. Seandainya Nabi Muhammad SAW DIAM dengan mengatasnamakan selemah-lemahnya iman, maka pasti ia akan memilih DIAM daripada harus bersimbah darah dalam menyampaikan kebenaran. Tapi itulah sang teladan, beliau sama sekali tidak menggunakan dalil itu untuk membenarkan perbuatan DIAM. Karena DIAM yang ku pahami dalam hadis selemah-lemahnya iman itu adalah khusus bagi mereka yang tak mampu lagi berbicara. Tapi selama masih bisa berbicara, maka haram bagi mereka untuk DIAM.
Maka benarlah perkataan Rasul, Pakai kekuasaan (tangan) dahulu, kalau sudah dipake tapi masih nyolot, maka sampaikan secara maximal, kalau masih nyolot juga dan ia masih tetap bermaksiat, maka paling tidak engkau sudah sampaikan, dan tidak engkau benarkan di dalam hati tentang maksiat yang ia lakukan. Jangan dibalik, jangan seakan-akan DIAM itu adalah aktivitas yang harus diutamakan. Dalil darimana itu yang mengutamakan DIAM dari berbicara..?!
Jangan gunakan dalil untuk kepentingan anda wahai orang-orang yang beriman. Lakukanlah sesuai urutan. JANGAN DIBALIK.

Selasa, 10 Januari 2017

MEMIMPIN KAMBING MENJADI HARIMAU

Hari ini aku mendapatkan sesuatu yang cukup menginspirasi, sebuah CONTOH yang disampaikan oleh seseorang tadi pagi pada acara RAKER XIII LDK-UPMI STAIN KENDARI saat ia memberi sambutan tadi pagi. Sebelum beliau memberikan contoh pada kami, penyampaian yang beliau sampaikan kira-kira seperti ini, "Dalam komunitas dakwah yang kita jalani akan selalu ada orang yang berlainan karakter kita temui, merekalah yang akan selalu mewarnai kehidupan kita dalam dunia dakwah ini. Mungkin ada yang seperti kambing karakter yang ia miliki, ada yang seperti harimau bisa jadi, dan berbagai macam karakter anggota dalam komunitas ini. Kemudian beliau memberi contoh seperti ini, jika ada harimau yang dipimpin oleh kambing, tidak menutup kemungkinan harimau itu akan berkarakter dan mengembik sebagaimana kambing, demikian halnya jika kambing dipimpin oleh harimau, maka kemungkinan juga akan memiliki karakter dan mengaum seperti harimau. Itulah contoh sekilas yang disampaikan beliau hari ini. Tapi aku sedikit memiliki persepsi terhadap contoh yang disampaikan tadi, bahwa semua itu tidak mungkin terjadi jika tanpa aturan yang dipakai pada harimau atau kambing sebagaimana contoh tadi, aku jadi terfikir pada negeri ini, dimana mayoritas orang-orang yang berjiwa harimau tinggal di dalamnya namun dipimpin oleh orang-orang yang berjiwa kambing dengan aturan Demokrasi yang pada akhirnya harimau-harimau yang ada di negeri ini berperilaku sebagaimana kambing karena diterapkan aturan demokrasi. Padahal akan terjadi sebaliknya jika syariat Islam diterapkan di negeri ini, dipimpin oleh orang-orang yang memang telah menjadi harimau karena keIslaman yang diyakini, niscaya tidak akan ada lagi yang berkarakter kambing di negeri ini bahkan yang awalnya pun telah memiliki karakter kambing bisa jadi akan ikut mengaum sebagaimana para harimau itu yang memimpin karena menerapkan syariah Islam di negeri in.

Tulisan 11/01/14.

Rabu, 04 Januari 2017

"MAHASISWA MULIA"

Yang namanya PEMUDA, kalau ngga' KULIAH itu mah BIASA
Yang namanya MAHASISWA, kalau ngga' baca BUKU itu MUSIBAH
Udah baca BUKU tapi ngga' berORGANISASI, itu juga PARAH
Udah berORGANISASI tapi kalau ngga' paham ISLAM, itu teh MALAPETAKA.
Kalau hanya untuk senang-senang doang, nonton TOM and JERRY pun bisa
Kalau hanya untuk senang-senang doang, Om Telolet Om juga bisa
Kalau hanya untuk senang-senang doang, Koruptor pun juga bisa
Tapi SENANG, BAHAGIA, TENANG, PINTAR, CERDAS, di HORMATI, di HARGAI, di JEMPOLI, di RINDUI, dan DI DI DI DI lainnya.
Itu bisa terjadi kalau kamu MAHASISWA, GEMAR MEMBACA, berORGANISASI, dan PAHAM ISLAM. maka semua kebaikan di atas itu akan terkafer dalam SATU kalimat INDAH. yakni "MAHASISWA MULIA"

Kalau masih kurang, MONGGO di tambahkan...
Status 05/01/15.

Senin, 02 Januari 2017

" KELUARGA TAPI SALING MENCARI ALASAN"

Akan datang suatu masa dimana manusia akan saling menyalahkan. Anak menuntut ibu, ibu menuntut ayah, ayah menyalahkan ibu, ibu menyalahkan anak. Mereka semua akan saling menuntut demi selamat dari azab akhirat. Ketika ALLAH bertanya kepada anak jika tidak shalat.
Mengapa kamu tidak mendirikan shalat..?
 
Lalu sang anak serta merta akan menunjuk kedua orang tuanya karena mereka tidak pernah mengajari shalat. dan sang ibu menunjuk ayah dan ayah ngotot menyalahkan ibu. Ketiganya saling mencari alasan agar tidak di azab. 

Ketika ALLAH bertanya kepada Anak dan Istri yg tidak menutup aurat.
Mengapa kamu tidak menutup aurat semasa di dunia...??

Lalu serta merta istri dan anak akan menunjuk pada ayah sebab ia tidak pernah menyuruh mereka untuk menutup aurat. Dan semuanya saling mencari alasan agar tidak terkena azab. Dan masih banyak lagi. Kecuali mereka yg saling mengingatkan untuk taat.

"INSPIRASI HALAQOH"

Dia mau ngisi halqoh sore ini di kampus/UHO. Dari rumah ia telah melihat mendung. Namun ia tetap pergi sebab hujan belum turun. Baru di pertengahan antara rumah dan kampus. Ternyata hujan telah mengguyur, pakaiannya pun mulai basah dan rasa dingin mulai menembus tulang sum-sum. Ia tetap berjalan dan berharap hujan akan segera berhenti di depan. Benarlah apa yang ia harapkan. Hujan pun merintik walau belum sepenuhnya berhenti untuk membasahi bumi yg kehausan. Sampailah ia di tempat tujuan. Menanti hadirnya para binaan. Sembari menanti datangnya binaan. Ia mencoba untuk kembali mengingatkan, bahwa sore ini mereka miliki aqod untuk ikut kajian atau perhalaqohan.

Datanglah sms dari binaan, bahwa hari ini ada 2 org tak bisa menghadiri pengajian tersebab halangan. Tinggallah 2 org yg sedang dinantikan. Namun telah berlalu 30 menit mereka belum jg datang. Mungkin sebab hujan yg belum jg berhenti untuk memberi minum pada bumi yg sedang kehausan. Dia tetap menunggu, hingga benar2 yakin untuk kembali walau tdk kajian terlebih dahulu. Mungkin ia bisa maklumi sebab binaan baru yg belum menjadi daris di Hizbut Tahrir Indonesia. Insya Allah mereka akan Istiqomah. Sebab baru kini mereka begitu adanya. Bersabarlah wahai kawan....insya Allah pahala bagi setiap langkah kakimu dari rumah hingga kembali ke rumah.

Rabu, 28 Desember 2016

"PERBEDAAN KEHIDUPAN KELUARGA YANG TERBANGUN KARENA PACARAN VS YANG KARENA KETAATAN."

Bagi mereka yang sedang pacaran saat ini, ialah orang-orang yang telah memilih, dan pilihan yang telah mereka pilih baginya itulah yang terbaik.

Ada banyak kemungkinan yang terjadi dalam dunia pacarannya para pasangan muda-mudi masa kini, dan hal itu cenderung dianggap sebagai puncak kebahagiaan bagi mereka yang menjalani.

Mungkin sebelum pacaran, bagi ia yang lagi kasmaran, maka ia akan menganggap sang kekasih adalah sosok manusia yang harus dipuja dan dipuji

Bagi pria, ketika ia melihat sang wanita yang dipacarinya, maka ia melihat bagaikan bidadari yang jatuh dari kahyangan, (menghayal dikit ga papa kan..hehehe) dan yang wanita melihat sang pujaan hati bagai artis yang bernama aliando syarif. (upss...selera artis juga ini cewe'...)

Ya...mungkin seperti itulah yang mereka rasakan, yakni merasa telah memilih yang terbaik dari milyaran manusia yang ada di muka bumi. Akan tetapi, terkadang mereka tidak menyadari, bahwa apa yang telah mereka pilih adalah sebuah pilihan yang sebenarnya menjadi hal yang terburuk bagi diri mereka sendiri.

Mengapa...?
Karena orang yang pacaran itu biasanya, dan selalu begitu, yakni hal yang mereka sering perlihatkan saat pacaran adalah akitifitas yang indah-indah lagi manis, sedangkan cacat sang kekasih biasanya tersembunyi. (ma'lum takut ditinggal...)

Ketika aktifitas pacaran tersebut mereka jalani, saya boleh mengatakan bahwa memang iya mereka terlihat romantis, tetapi setelah putus, subhanallah...seakan dunia menjadi terbalik, lalu saling mencaci dan menghina pun terjadi, kecewa dan menangis, hati pun merasakan sakit bagai tertusuk belati beracun berhari-hari.

Jika ketika pacaran mereka saling memberi cendra mata tanda cinta (katanya). Maka seketika itu pula mereka ambil lalu dibanting berkali-kali, dilempar ke dinding, diambil dan dilempar lagi, jika berbentuk gambar foto berdua, maka diambillah foto tersebut kemudian disobek-sobek hingga sobekan yang paling kecil, atau menusuk-nusuk wajahnya dengan sebilah pulpen, dan mencoblos matanya hingga berkali-kali (kalah coblosan di pemilu yang hanya sekali..hihihi..)

Apapun dilakukan untuk mengekspresikan kekecewaan yang begitu mendalam, bahkan bila perlu berkurung di dalam kamar sambil memutar musik yang berjudul "HANCUR HATIKU". (itu loh, lagu yang pernah dinyanyikan oleh alm. Olga Saputra, hancur hancur hancur hatiku, hancur, hancur hatiku, pokoknya lagu itu liriknya cuman hancur hancur hatiku. hahaha..)

Dan yang paling memiriskan hati adalah jika sampai bunuh diri menjadi pilihan bagi mereka yang diputusin pacarnya. Sungguh kematian yang paling dibenci oleh Allah adalah aktivitas bunuh diri, dan pelakunya dijamin masuk Neraka dan abadi di sana. (hati-hati ya guys....)

Akan tetapi, pacaran tidak selamanya berakhir tragis, (katanya). Tidak sedikit orang yang setelah melakukan aktivitas pacaran mereka kemudian memilih untuk melanjutkannya ke jenjang pernikahan, (cieeee.....menikah nieeee...). Namun, bagi mereka yang kemudian melanjutkannya ke jenjang pernikahan, maka ada beberapa hal yang sering terjadi, dan hal ini sering kami temukan di lapangan bagi pasangan yang membentuk ikatan keluarga melalui aktivitas pacaran.

Ketika pacaran, mungkin menjadi hal romantis dan bahagia saat saling berbagi, dan bulan-bulan pertama mungkin masih saling cipika-cipiki sebelum suaminya berangkat cari duit, atau jalan-jalan bareng sambil menikmati suasana indahnya pagi dan menghirup udara dengan tamparan-tamparan romantis semilir angin di pagi hari. Tetapi setelah mulai berganti bulan, mulai terlihat adanya perasaan hambar menyusupi, romantisme dan keindahan yang selama ini terjalin tidak lagi menjadi sesuatu yang berarti. Bosan, malas, dan berbagai macam alasan terlisani untuk menjadi legitimasi bahwa hal itu tak perlu terjadi lagi. Dan parahnya lagi, sering kita mendengar seorang pria berkata kepada kawannya, "untuk apa lagi, kan sudah laku". (ihh...ngerinya mi..)

Ikatan pernikahan pun mulai terlihat tidak asik, mbosanin, jenuh, dan keindahannya memudar, cahayanya meredup, dan hari-hari mereka hanya berkutat dengan urusan masing-masing, yang pria mencari nafkah, dan yang wanita ngurusin rumah, atau kalau wanitanya adalah seorang pekerja (wanita karir), maka perlahana rumah tangga yang seharusnya menjadi bahtera untuk ke Surga tak lagi menjadi penting bagi mereka yang sudah melampiaskan romantismenya ketika pacaran.

Jika telah demikian yang terjadi, maka terkadang berlakulah ungkapan "kamu kamu, aku aku." wanita berjalan menendang batu, prianya malah bilang, "taruh di mana matamu" atau "kalau jalan pake mata", (idiiihhhh....kejam amat sih jadi cowok...)

Akan tetapi beda halnya yang terjadi dengan mereka yang dalam membangun rumah tangganya tidak melalui aktivitas pacaran, mereka miliki kebebasan dalam menentukan pilihan, yakni memilih siapa yang akan ia jadikan sebagai pendamping hidup, dan memilih siapa yang terbaik dari sekian banyak orang yang baik (sholih/ah).

Romantisme itu akan sering terjadi dan rasa hambar dalam hubungan keluarga yang terbangun melalui aktivitas ketaatan itu insya Allah akan terusir karena seiring dengan cinta yang dibangun berasas pada ketaatan terhadap Allah SWT yang maha kasih lagi maha pemberi keindahan hakiki.

Rumah tangga mereka dijalani begitu romantis dengan saling mengajarkan Al-Qur'an, Al-Islam, dan penuh perencanaan demi meraih butir-butir kebahagiaan yang hakiki lagi abadi. Mereka berusaha merealisasikan do'a-do'a yang selama ini mereka panjatkan kepada Allah Rabbul 'alamin, "Ya Tuhan Kami, Berikanlah kepada Kami Kebahagiaan di Dunia dan di Akhirat".

Ketika sang suami hendak bekerja, Istrinya tiada henti mendo'akan keselamatan atasnya, sembari berpesan dengan perkataan yang indah, "sayang, berikanlah kepadaku nafkah yang halal lagi baik, sungguh aku lebih rela makan nasi dan tempe daripada makan Burger dan Ayam KFC tapi berasal dari harta yang haram". (cieee....jangan BAPER...hehehe)

Sedangkan suaminya justru berbisik di telinga sang istri "Aku tidak menyesal memilihmu, dan aku bersyukur kepada Allah karena telah menitipkan bidadari yang tutur katanya menyejukkan hatiku, aku tidak akan memberimu nafkah melalui jalan yang haram, sebab aku ingin selalu bersamamu hingga ke Surga, Allah memang telah menyiapkan 70 bidadari dalam setiap kamar di Surga, tetapi tahukah engkau wahai badadariku, aku lebih memilih bersamamu di sana dan membiarkan ke-70 bidadari itu cemburu melihat kita saling bercanda dan bercumbu di Surga" (Haduuuuhhhh....romantisnyaa...)

Dan hal itu akan terus berjalan sebagaimana romantisme Nabi Muhammad SAW kepada Ummul Mu'minin Siti Khadijah, atau kepada 'Aisyah radhiyallahu 'anha dan kepada istri-istri lainnya.

Dan apabila kehidupan seperti itu yang telah mereka jalani, maka ungkapannya bukan lagi "kamu kamu, aku aku". Tetapi aku sayang kamu, kamu sayang aku. dan hati kita akan terus menyatu, karena cinta mu dan cinta ku terbangun pada ketaatan pada yang satu. Allahu Rabbul 'Alamin....

Maka berbahagialah yang berilmu sebelum menikah, dan yang memilih taat pada Allah, karena tidak ada kebahagiaan setelah pernikahan bagi mereka yang tidak mengilmuinya dan yang dengan jalan pacaran mereka membangun kehidupan keluarganya.

Semoga bermanfaat.
Saudaramu, Salam el-Fath. :)

Selasa, 27 Desember 2016

SATU KATA YANG PALING MENYIHIR

Entahlah, apa yang menyebabkan kedua bola mata ini bisa mendefinisikan berbagai bentuk rupa dan warna pada wajah, yang kemudian dengan gampangnya ia merangkai sebuah kata yang dapat mewakili semuanya.

CANTIK

Itulah satu kata yang hanya bermodalkan enam huruf abjad Indonesia, namun ia begitu menyihir semua umat manusia yang ada di seluruh dunia.

CANTIK

Kata yang konon katanya begitu indah saat diucapkan oleh seorang pria di hadapan kekasihnya, sehingga bisa melesat begitu cepat mengisi ruang kecil yang ada di dalam dada sang kekasih yang dipuji begitu rupa.

CANTIK

Sebuah kata yang begitu sakral (suci) untuk diungkap, dan begitu selektif untuk terucap. Ia adalah kata yang berasal dari kumpulan huruf-huruf yang berbeda, lalu terangkai indah dalam sebuah kata. Dan mungkin inilah yang menjadi salah satu filosofinya sehingga berbagai bentuk rupa dan warna tapi dengan mudahnya ia tersimpul dalam satu kata.

CANTIK

Ini adalah sebuah kata yang paling membuai jutaan wanita, sehingga dengan rela mereka melakukan berbagai macam cara untuk tampil dan disebut cantik di hadapan seluruh umat manusia. Baik itu mengubah bentuk kulit, postur tubuh, memakai bermacam-macam pakaian modis, hingga menggunakan berbagai macam jenis kosmetik yang tujuannya hanyalah agar ia disebut CANTIK.

CANTIK

ia adalah satu kata yang ingin terus dijaga oleh setiap wanita dengan berbagai macam alasan yang mengikutinya. Baik dari alasan karena takut suami tak lagi cinta, karena takut sang pujaan hati berpindah di lain wajah, atau karena takut tersindir oleh tajamnya sindiran teman sejawat dan tetangga.

CANTIK

Kata ini juga telah menjadi motivasi paling menyihir bagi sebagian para wanita untuk bertelanjang dada, bertelanjang paha, bertelanjang pusar pada sebagian perutnya, dan berpanampilan seksi pada umumnya. Hanya untuk satu kata, CANTIK.

CANTIK

Rangkain huruf yang telah memunculkan isu terbaru dalam dunia fashion para muda-mudi hingga ibu-ibu rempong di negeri ini, yakni berupa trend baru dalam dunia hijab yang kemudian bermuara pada istilah hijab style.Berbagai jenis kerudung dibuat, dari yang berbelah samping, berbelah tengah, berpunuk unta, hingga kerudung yang dapat mencekik leher pamakainya akibat lilitan yang begitu kencang dalam pemakaiannya. Dan yang terbaru adalah baju jubah yang terbelah, wow...modis dan terbaru banget, yang pada akhirnya akan mengarah pada satu kata yang sama, CANTIK.

Inilah berbagai macam pernak-pernik dan berbagai bentuk yang berbeda dalam merepresentasikan sebuah istilah yang kesemuanya mengatasnamakan satu objek suku kata yang berlainan huruf dalam abjad Indonesia serta paling menyihir dan membius umat manusia terutama yang bergender wanita, ya, dialah kata yang paling menyihir itu, CANTIK.

Akan tetapi, tidak ada satu pun perbuatan yang meraih kata CANTIK yang terpuji dan lebih abadi, kecuali berpenampilan cantik yang sesuai dengan perintah Allah dan tidak sampai menabrak larangannya. Dan saya fikir para pembaca tulisan ini bisa memahami apa yang saya maksudkan pada kalimat tersebut. Oke...

Bye CANTIK. :)

Minggu, 25 Desember 2016

PERKATAAN-MU SEMPURNA

KADANG PERKATAAN-NYA MEMBUAT KU TERSENYUM, TETAPI SERING JUGA MEMBUATKU TAKUT DAN MURUNG.
Saya setiap membaca surah Al-Waqi'ah, wajah saya selalu ceria dan tersenyum ketika membaca ayat-ayat yang berkenaan dengan kenikmatan yang akan diperoleh bagi mereka yang taat pada Allah.
Akan tetapi, hatiku memunculkan perasaan takut ketika membaca ayat-ayat yang berkenaan dengan azab yang akan diperoleh bagi mereka yang berpaling dari-Nya.
Aku tersenyum dan merasa gembira sembari berharap semoga aku termasuk dalam kategori orang yang memperoleh berbagai kenikmatan yang ada di Surga itu.
Dan wajahku menjadi murung ketika membaca ayat-ayat yang penuh ancaman itu, sambil berharap dapat dijauhkan dari semua itu.
ALLAH benar-benar menjanjikan kebahagian bagi manusia yang menaati-Nya. Dan benar-benar sangat keras azab yang akan menimpa para pengingkar-Nya.
Saudaraku, jika engkau masih merasa bahwa engkau pasti mati, maka belajar untuk menaati Rabb-mu. Sungguh Dia terus menantimu untuk kembali ke jalannya, sebelum Rasul menitikkan air mata untukmu sebab azab yang menimpamu.

"INDAHNYA SURAT CINTA"

Sebenarnya surat CINTA yang HAKIKI itu telah lama kita baca, namun kita masih sering terlupa untuk berusaha memahami maknanya.

Surat CINTA itu datang dari pencipta alam semesta, memahaminya menghidupkan hati yang sedang gundah, membaca terjemahannya hilangkan rasa galau di dada, serta mengamalkannya tinggikan jiwa pelaksananya, di sisi-Nya, dan di hadapan manusia.

Namun kita sering lupa, hingga membuat masalah yang menyelimuti seakan tak ada jalan keluarnya. Akhirnya stres, depresi hingga hilangkan nyawa, ketika diri sedang tenggelam dalam kubangan dosa.

Masalah memang takkan ada habisnya, tetapi walau demikian mesti kita tahu apa solusinya, sehingga tak ada lagi jiwa yang mati namun terlihat hidup dalam pandangan mata, akibat SURAT CINTA yang tidak terbaca.

Maka marilah saudaraku, perhatikan kitab sucimu, sesungguhnya ia dapat menjadi pijakan SOLUSI untuk segala PROBLEMA dalam kehidupanmu.

Minggu, 18 Desember 2016

" PEMUDA Penentu PERADABAN MULIA "

Menjadikan hidup lebih baik dalam keseharian kita adalah PRESTASI | jika ada sesuatu yang membuat kita tak mengusahakannya perlu di AMPUTASI

jangan biarkan STAGNAN dalam menjalani kehidupan sehari-hari | orang yang demikian pertanda MERUGI kata sang NABI.

apalagi jika hal itu berlaku pada PEMUDA dan PEMUDI | yang nota benenya adalah pelanjut dari PERADABAN ini | dari tangan KITA lah baik tidaknya di masa yang akan datang nanti.

jika kita ingin mengetahui apa yang kan terjadi di suatu saat nanti | perhatikanlah pada MUDA MUDI hari ini | apakah mereka telah berbuat sesuai perintah sang PENCIPTA BUMI ? | atau malah larangan PENCIPTA yang mereka jalani ? dari sanalah jika kita ingin membangun PERADABAN yang tinggi | karena semua itu kan terjadi di tangan MUDA MUDI | maka tak salah jika ku sampaikan di STATUS ini.

Wahai engkau MUDA MUDI | engkaulah penentu PERADABAN di masa nanti | maka mulailah engkau pelajari ISLAM ini | agar engkau menjadi UMAT yang TERBAIK.

janganlah engkau terpesona oleh kehidupan saat ini | karena itu hanya membuai dan menghilangkan PRODUKTIFITAS pada diri.

apakah kita ingin KERUSAKAN terus terjadi ? | hingga MALAIKAT merenggut nyawa ini ? | apa yang kan kita pertanggung jawabkan di AKHIRAT nanti ? | apa pula yang kan menjadi PENEBUS tuk meraih SYURGA sang PENCIPTA diri ?

atau kita inginkan NERAKA sebagai tempat selama-lamanya kita nanti ?| hidup yang saat ini kita jalani | adalah sesuatu yang kita pilih | dan apa yang telah kita pilih saat ini | ALLAH pasti pertanyakan saat kita telah MATI.

jadi, marilah kita pelajari dan AMALkan ISLAM ini | karena kita lah penentu KEBAIKAN PERADABAN suatu saat nanti.

emang kalian tak ingin peroleh kebahagian yang HAKIKI ?| aku fikir kita sepakat jika KEBAIKAN yang harus terjadi pada UMAT dan DIRI ini | karena itulah yang kita idam-idamkan selama ini.

jadi sekali lagi, Pelajarilah ISLAM ini | karena itulah yang kan menjadikan PERADABAN kita nanti | INDAH dan MULIA kita tempati.

ini NASEHAT ku pagi ini | bukan untuk kalian saja yang MUDA MUDI | tapi untuk KU juga yang memang masih MUDA ini | INSYA ALLAH kan kita usahakan mulai saat ini | READY.....?

Selasa, 13 Desember 2016

KUMPULAN KALIMAT HIKMAH

"Jika ada orang yang sampai hari ini masih menggunakan tolak ukur materi. Yakin aja, itu orang pasti masih labil. Karena orang labil cenderung mengukur sesuatu dari materi." Catat...!
***
"Kalau yang ditonjolin tentang tampan dan kecantikan tanpa isi otak, maka anda akan dibuang setelah keduanya itu hilang. Tapi taklukkan dunia itu dengan isi otak. Maka anda akan berjalan di atas awan."
***
Terkait urusan fisik #KunAnta
Terkait urusan Taat #Mencontohlah
Jangan #KunAnta semuanya.
Salah itu.
***
Kebanyakan umat Islam saat ini mereka tersiksa setengah mati terlebih dahulu baru akan memohon ampun. Kasian, mau bertobat aja nunggu tersiksa dulu.
Selamat ya yang sedang menanti tersiksa baru mau bertobat.
PARAH
***
Seseorang telah dikatakan belajar, jika ia mengalami perubahan.
Tapi jika ia belum berubah, berarti ia tidak belajar.
***
Ada suatu masa di mana orang lain akan membutuhkan sesuatu yg engkau butuh. Lalu engkau sedikit memberi kelonggaran untuknya agar apa yang ia inginkan terwujud.
Tapi yakinlah. Akan datang suatu masa engkau pun membutuhkan sesuatu yg juga mereka sedang butuh. Namun mereka akan tetap memberikannya padamu sebab engkau pun pernah begitu.
***
Adakah seseorang yang berbuat karena Allah dan selama tidak melanggar syara' ia masih menaruh telinganya untuk mendengarkan ocehan manusia...?
Atau memang karena ia berbuat ingin dipuji atau disebut-sebut di tengah-tengah manusia...?
Dan jika ada yang berucap menyakiti hati saudaranya sedangkan dia mempelajari Islam, maka sungguh ia tak pantas dimiliki dan diteladani oleh siapa pun.
***
Malam telah larut, tapi umat sedang carut marut
Berusaha untuk terus menuntut, namun terus diintai sang maut
Hati ini mulai merajut, tapi tetap memilih istiqomah untuk manut
Bukan maksud untuk berlutut, tapi mengharap ridho sang pembuat maut
***
Mata mulai kantuk, badan tergigit nyamuk
Asyik menulis status, merasa menjadi yang terutus
Usaha tak boleh pupus, mengurus umat yang tak terurus
Semangat belajar di bangkitkan harus, agar istiqomah di jalan yang lurus
Khilafah dida'wahkan terus, untuk menerapkan syariah yang bagus 
***
Saatnya menutup facebook, istrahatkan mata yg mulai mabuk
Berharap bangun tuk tahajut, dihadapan pencipta tuk bersujud
Yuk, istrahat,,,
Sebelum tidur gosok gigi, berwudhu, sedikit baca qur'an, berzikir, bersholawat, istigfar, berdoa, berniat tuk tahajut. asalam 'alaikum warahmatullah.....afwan jika banyak salah, baik karena tulisan saya, perkataan, perbuatan, maupun sikap saya, bagi teman2 yang biasa bertatap muka dengan saya. forgive me...

Minggu, 04 Desember 2016

Mengantuk Simbol Kelemahan

Mengantuk adalah simbol kelemahan mu. Oleh sebab itu anda butuh yang tidak mengantuk. Dan berhentilah untuk cuek terhadap titah tuhan mu.

Jika diperintah berhijab syar'i, maka usahakan agar syar'i. Jangan kerudungan doang dengan celana yang seharusnya untuk pria.

Kalau disuruh jangan pacaran ya Udah, Putus Aja. Pacaranlah jika engkau bisa menciptakan mata indah mu.

Assalam 'alaikum Warohmatullah...
Semoga mimpi indah mu menunjukkan jalan untuk taat mu.


You Are The Best

Wanita sebenarnya tidak perlu tahta untuk menjadikannya mulia. Wanita sebenarnya tidak perlu harta untuk memperindah dirinya.

Akan tetapi ia cukup menjadi Sitti Hajar untuk melahirkan Nabi sekaliber Ismail As yang mulia. Ia cukup menjadi Maryam untuk melahirkan pria yang tangguh sejak bayinya yakni Isa As.

Ia cukup menjadi Aminah dan Khadijah untuk mengokohkan jiwa seorang Muhammad Saw bin Abdullah yang kemudian menjadi cahaya di langit dunia.

Dan ia cukup menjadi Fatimah untuk menciptakan lautan ilmu yang terdapat pada seorang Ali bin Abu Thalib karomallahu wajwah.

Maka tak ada pria luar biasa yang pernah ada di dunia, kecuali dibalik keluarbiasaan dia ADA WANITA yang luar biasa.

So, Bersyukurlah wahai wanita. Sebab anda adalah calon Ratunya para Bidadari SURGA. Maka raihlah kemuliaan itu dengan tetap Istiqomah dalam ketaatan pada-Nya.

You are The Best

Jumat, 02 Desember 2016

Cari Tahu Sendiri

Wanita yang menurutku tidak cocok dimiliki itu | adalah wanita yang tidak menahan diri untuk memamerkan wajahnya di facebook.

Pria yang tidak cocok di jadikan pasangan hidup itu | perokok, pemarah, penggoda, pemabuk, penjudi dan jika menyentuh seorang wanita yang bukan mahramnya tak ia fikir dulu dan tanpa rasa malu.

Karena wanita yang baik itu | bukan yang sok imut, sok cantik, sok kiut apalagi sengaja memasang gambar berwajah manyun.

Tapi jika hal itu tak lagi ia ulangi | lalu belajar islam dengan semangat yang tinggi | kemudian setelah petunjuk islam diketahui lalu ia patuhi | maaf ya saudaraku para lelaki, biarkan aku duluan yang mengkhitbah sang bidadari (itupun kalau dia mau)...hahahaha....

Dan pria yang baik itu | taat syariat walau belum sempurna namun istiqomah dan berusaha untuk terus maju.

Siapa mi wanita yang dimaksud..? dan siapa mi juga pria yang di tuju...?
taumi juga. cari sendiri nach.....hehehe.....